Pemulung Sukses Karena Jujur

                               1356682920.jpg

 

Memang banyak anggapan orang bahwa jika jujur pasti ajurrrr…. Namun anggapan itu tidak selamanya benar karena tidak semua orang yang jujur selalu ajur. Banyak juga orang yang sukses berkat kejujurannya. Salah satunya kisah di bawah ini.

 

 

Pada awalnya yang menjadi tukang rosok adalah Sukinah, istri dari Ngatijan. Namun, setelah melihat penghasilan istrinya lebih banyak, akhirnya Ngatijan mengikuti jejak sang istri. Mereka berdua memutuska untuk membeli sepeda ontel dari uang tabungan yang mereka miliki. Tiap hari mereka runtang-runtung untuk mencari barang rongsok.

 

 

Ngatijan dulunya adalah seorang sopir yang jarang pulang. “Saya sering membeli karung bekas pakan ayam dipeternakan ayam petelur. Selain membeli karung, saya juga membeli telur bucekan (telur pecah) yang langsung saya jual ke pengusaha roti bolu,” kenang Sukinah.

 

 

Ketika krisis moneter tahun 1997, perusahaan kue bolu itu bangkrut. Sehingga membuat pemiliknya menawarkan kepada Sukinah semua peralatan roti beserta karyawan yang ada.

 

 

Saya tidak sanggup kalau harus menanggung karyawan. Tapi kalu boleh mengambi peralatannya saja saya mau”.  Ujar wanita yang tidak sempat menuntaskan sekolah di SPG. Akhirnya peralatan boleh diambil dengan harga yang disepakati.

 

 

Pada awalnya hanya bolu-bolu kecil saja yang dijual ke pasaran. Waktu itu yang mengjarkan adalah anak sulungnya bernama Sinung, nama itu akhirnya dipakai sebagai nama labelnya.

 

 

Ketika ada guru memesan roti gulung sebanyak 5 kardus, job itu pun dia kerjakan. Mungkin karena rasanya cocok, pemesan roti gulung semakin banyak. Akhirnya, dari mulut ke mulut kabar roti gulung Mbak Sinung semakin banyak dikenal orang.

 

 

Terus terang, kita tidak punya modal kuat pada saat itu.Lalu saya ngomong dengan pedagang bahan roti, bagaimana kalau saya minta bahan dulu. Setelah pesanan roti dibayar, baru bahannya saya lunasi. Karena berbekal kepercayaan dan kejujuran, kerjasama itu masih terus berlangsung. Bahkan permintaan bahan berapapun jumlahnya, dia siap melayani,” ungkap Ngatijan yang dibenarkan oleh sang istri.

 

 

Pasangan yang telah dikaruniai 7 orang anak dan 8 orang cucu ini, tidak pernah mengecewakan para pelanggannya. Pelayanan terhadap para pelanggan pasti memuaskan. Tidak heran kalau jangakauan pemasaran rotinya sampai keluar daerah.

 

 

Hebatnya, untuk biaya antar sampai ke alamat pemesan kalau masih dalam kota berapapun pesanannya, tidak diminta ongkos kirim. Kalau sudah sampai luar daerah biasa ada ongkos kirim yang tidak memberatkan konsumen.

 

 

Untuk soal resep tidak ada yang dirahasiakan. Semua karyawannya diberitahu resep-resepnya. Saat ini telah ada 12 karyawan tetap. Perhari minimal melayani 12 kardus. Apabila musim hajatan tiba, jumlah pesanan meningkat banyak.jadi, harus ditambah karyawan freelance. Para karyawannya itu diberitahu resep pembuatan kue. Bahkan jika ada yang ingin lepas dan mandiri buka usaha, dipersilahkan olehnya.

 

 

Suami mengungkapkan bahwa usahanya tidak selalu mulus. Beberapa kali dia dikelabuhi oleh pemesan. Barang sudah diantar tetapi uangnya belum dibayar. Jika ditotal, jutaan rupiah rugi yang dia dapatkan.

 

 

Tetapi itu semua tidak membuat mereka jera dan putus asa. Dia menyadari bahwa dirinya dulu dia tidak bisa menikmati manisnya hidup sebagai pengusaha sukses yang sudah berhasil mengentaskan anak-anaknya dengan melimpahkan materi. Bahkan beberapa mobil mewah juga terparkir rapi di halam rumahnya.